Ikan cupang hidup di daerah tropis, terutama di Asia sampai Afrika. Habitat asalnya berupa perairan dangkal berair jernih, seperti daerah persawahan atau anak sungai yang bertemperatur 24-27 derajat celcius dengan pH berkisar 6,2-7,5 serta tingkat kandungan mineral terlarut dalam air atau kesadahan (hardness) berkisar 5-12 dH.
Penambahan daun ketapang membuat kadar pH air menjadi rendah. Dengan menerapkan tiga tips di atas, ikan cupang baru akan merasa tenang, mudah beradaptasi, dan sehat. Setelah melakukan ketiga tips, sebaiknya hindari memberi makan ikan cupang baru. Baca juga: Beragam Alasan Ikan Cupang Mengeluarkan Gelembung.
Mudah Didapatkan! 1. Ikan Cupang Hias Halfmoon. Ikan cupang halfmoon adalah jenis ikan cupang yang memiliki sirip lebar berbentuk bulan sabit. Nama lain dari ikan hias ini adalah cupang Big Ear. Warna ikan cupang halfmoon beragam, mulai dari biru pekat, merah, ungu sampai yang paling langka, kuning.
Berikut adalah cara mengawinkan cupang: Pemilihan jenis ikan. Mengawinkan ikan cupang bisa antara ikan cupang hias dan ikan aduan. Sebelum melakukan perkawinan antar ikan cupang harus mengetahui jenis ikan cupang hias dan ikan cupang aduan. Pilih ikan yang memiliki umur 6 bulan dan tidak lebih dari 14 bulan.
Pada tahun 1890-an, ikan cupang mulai dikenal di Amerika dan Eropa. Di Indonesia, ikan cupang mulai digemari masyarakat pada tahun 1960-an. Seperti halnya di Thailand, pada awalnya ikan cupang semata-mata dikenal sebagai ikan sawah yang kerap ditangkap dan dijadikan mainan anak-anak. Sekitar tahun 1970-an, barulah ikan cupang dianggap sebagai
Vay Nhanh Fast Money.
membuat cerita tentang memelihara ikan cupang