bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan sertailah kejelekan dengan suatu kebaikan (niscaya) akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. (H.R. Tirmidzi) Sudah sangat jelas sekali, bahwa perintah untuk berakhlak yang baik adalah kewajiban bagi kita. Maka kita harus menanamkan akhlak yang baik bahkan sejak dini.
Akhlaqmahmudah yaitu segala tingkah laku yang terpuji, dapat disebut juga dengan akhlaq fadlilah , akhlaq yang utama. Al-Ghazali menggunakan istilah munjiyat yang berarti segala sesuatu yang memberikan kemenangan atau kejayaan. [5] Akhlaq karimah (mahmudah) yang utama antara lain: Amanah ( jujur, dapat di percaya ), Sidqu ( benar ) atau jujur, Wafa' ( menempati janji ), Adil, Haya' ( malu
Beberapaarti akhlak mahmudah yang sudah sering kita sebutkan diantaranya; rasa ikhlas, sabar, syukur, khauf (takut kemurkaan Allah), roja' (mengharapkan keridhaan Allah), jujur, adil, amanah, tawadhu (merendahkan diri sesama muslim), bersyukur dan akhlak terpuji lainnya.
Vay Tiền Nhanh Ggads. Gambar ilustrasi via sdalifinayahAkhlak secara bahasa memiliki arti tingkah laku. Sedangkan secara istilah akhlak merupakan sifat yang tertanam pada disi seseorang yang membuatnya bertingkah laku tanpa adanya paksaan dan tanpa ada pemikiran terlebih apa itu akhlak mahmudah?Akhlak MahmudahAkhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama' dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai, budi, tabiat dan adab. Akhlak secara bahasa memiliki arti tingkah secara istilah akhlak merupakan sifat yang tertanam pada disi seseorang yang membuatnya bertingkah laku tanpa adanya paksaan dan tanpa ada pemikiran terlebih dahulu. Jadi dengan kata lain akhlak merupakan perbuatan manusia yang terjadi pada dirinya sesuai dengan kebiasaanya. Akhlak mahmudah adalah akhlaq yang terpuji, yaitu segala macam bentuk perbuatan, ucapan, dan perasaan seseorang yang bisa menambah iman dan mendatangkan mahmudah merupakan akhlak yang mencerminkan ajaran Rosulullah SAW, sebagaimana Beliau bersabda اِنَّمَا بُعِثْتُ لِاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْاَخْلَاقِArtinya “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah akhlak tercela.Pengertian Akhlak Mahmudah“Baik” dalam bahasa arab disebut “khair”, dalam bahasa inggris disebut “good”. Dari beberapa kamus dan ensiklopedia diperoleh pengertian “baik” sebagai berikut Baik berarti sesuatu yang telah mencapai berarti yang menimbulkan rasa keharuan dalam keputusan, kesenangan persesuaian, berarti sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan dan member yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberi perasaan senang atau bahagia, bila ia dihargai secara akhlakul karimah berarti tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah. Akhlakul karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji. Orang yang memiliki akhlak terpuji ini dapat bergaul dengan masyarakat luas karena dapat melahirkan sifat saling tolong menolong dan menghargai sesamanya. Akhlak yang baik bukanlah semata-mata teori yang muluk-muluk, melainkan ahklak sebagai tindak tanduk manusia yang keluar dari yang baik merupakan sumber dari segala perbuatan yang Akhlak MahmudahDalam kehidupan sehari-hari, kita akan mendapatkan banyak sekali contoh akhlak mahmudah atau akhlak yang terpuji, seperti berikut ini 1. Afwu atau pemaafSifat pemaaf adalah akhlak yang sangat dianjurkan dalam berhubungan sosial, karena memaafkan kesalahan orang lain adalah sesuatu yang berat untuk dilakukan. Untuk itulah, memaafkan atas kesalahan orang lain jauh lebih baik dari pada meminta maaf atas kesalahan Haya’ atau maluMaksud “malu” di sini adalah memiliki sifat malu untuk melakukan sebuah keburukan, baik untuk diri sendiri maupun kepada orang yang mempunyai sifat tidak hanya dari perasaan hati saja, tetapi uga ditunjukkan pada perkataan dan perbuatan. Sifat haya’ atau malu merupakan salah satu cari 99 cabang iman الحَيَاءُ مِنَ الْاِيْمَانِArtinya “Malu adalah sebagian dari iman”.3. Ta’awun atau Saling MenolongKomunitas manusia yang sifatnya homogen pastinya menuntut mereka untuk saling membutuhkan satu sama lain. Inilah mengapa manusia disebut “homo sapien”, yaitu tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Di sinilah fungsi saling menolong dan saling membantu Khifdul lisan atau menjaga lisanLisan merupakan salah satu faktor besar yang bisa memecah tali persaudaraan, bahkan tidak jarang terjadi permusuhan, perkelahian, pembunuhan, dan lain sebagainya karena bersuber dari ketidakmampuan dalam menjaga lisan. Dalam sebuah hadist, Rosulullah SAW bersabda سَلَامَةُ الْاِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِArtinya “Keselamatan manusia tergantung dari bagaimana menjaga lisannya”5. Amanah atau dapat dipercayaSifat amanah berarti memberikan kepercayaan diri kepada orang lain melalui ucapan dan tindakan yang dilakukan, di mana ucapan dan tindakan tersebut berkesesuaian. Lawan dari sifat amanah adalah sifat khianah berhianat yang merupakan salah satu tanda orang Sidiq atau benarSidqu diartikan sebagai benar dan jujur, baik dalam perkataan, perbuatan, dan hati. Kejujuran adalah akhak yang sangat penting dan harus dilestarikan dalam mengiringi berbagai macam aktivitas kehidupan kita, karena praktek-praktek kejujuran sudah mulai punah dari masa ke AdilSifat adil memang bisa diartikan dengan berbagai macam versi, yaitu tidak berat sebelah, tidak memihak, mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, seimbang, dan lain-lain. Sifat adil merupakan akhlak yang harsu dimiliki oleh setiap muslim, terutama bagi pemimpin, karena sifat inilah yang bisa menjadi salah satu faktor kerukunan dan Ta’dhim atau menghormati orang lainDalam berhubungan sosial, semua orang pasti ingin dihormati dan dihargai. Di sinilah tempat sifat ta’dhim kepada orang lain, yaitu menghormati orang lain apalagi kepada orang yang lebih tua. Sedangkan orang yang lebih tua juga harus mampu menghargai orang yang lebih muda. Dengan demikian, maka akan tercipta saling tolerasi antara Tawadhu’ atau sopan santunSifat tawadlu’ adalah perwujudan dari sifat ta’dhim. Demikian, orang yang bisa menghormati orang lain pasti akan bertindak sopan santun kepadanya, tidak berbuat sesuka hati, tidak semenah-menah, dan mampu memberikan hak orang lain dalam berhubungan Tadarru’ atau rendah hatiOrang yang memiliki sifat rendah hati pasti mampu menghargai orang lain dan karyanya, tidak merasa lebih baik melebihi orang lain, tidak suka menyombongkan diri, dan tidak suka membanggakan diri. Sedangkan lawan dari sifat rendah hati adalah sifat tinggi hati atau Muhasabatun nafsi atau intropeksi diriManusia adalah tempat salah dan lupa, tidak ada manusia sempurna tanpa melakukan kesalahan. Tetapi sebaik-baik manusia yang berbuat salah adalah manusia yang bisa mengevaluasi kesalahan dan berusaha diri sangat penting untuk menyongsong masa depan ukhrowi dan duniawi, yaitu intropeksi diri atas dosa-dosa dan mengevaluasi diri atas sebuah Tafakkur atau berpikirTafakkur adalah memanfaatkan waktu untuk banyak berpikir tentang keagungan Allah SWT atas apapun yang telah Dia ciptakan. Tafakkur sangat bermanfaat untuk memberikan kekaguman diri atas keagungan Allah SWT, semakin bersyukur atas rohmat dan menguatkan hati dalam beraqidah, dan juga menambah luasnya wawasan pengetahuan. Namun, kita sebagai makhluk-Nya hanya boleh bertafakkur atas ciptaan-Nya, bukan bertafakkur atas Khusnudzan atau berprasangka baikBerprasangka baik kepada orang lain sangatlah dianjurkan karena manusia tidak mengetahui seberapa besar kebaikan orang tersebut di sisi Allah SWT, hanya Allah SWT sendirilah yang mengetahuinya. Sifat berprasangka baik juga menumbuhkan dampak-dampak positif kepada orang lain, misalnya menghindari sifat sombong, tidak mudah menyalahkan orang lain, dan Sakho’ atau pemurahSifat pemurah adalah suka memberi adan berbagi atas apa yang dimiliki kepada orang lain, baik jika diminta maupun tanpa diminta. Sifat ini memiliki banyak fadhilah dan keutamaan sebagai orang yang ahli I’tsar atau mengutamakan kepentingan orang lainAgama islam sangat menyerukan untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri dalam berhubungan memandang siapa orang tersebut. Sebagaimana Allah SWT menceritakan sahabat Anshor dan sahabat Muhajirin dalam potongan Surat Al-Hasyr ayat 9 berikut ini وَيُؤْثِرُوْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌArtinya “Dan mereka sahabat Anshor mengutamakan kepentingan sahabat Muhajirin di atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sangat membutuhkan atas apa yang mereka berikan itu”.16. SabarSabar diartikan sebagai sifat tabah dalam menghadapi segala macam bentuk cobaan hidup dan musibah yang menimpa. Sifat sabar memang sangat berat kecuali bagi orang-orang yang memiliki pondasi hati kuat, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 45 وَاسْتَعِينُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِيْنَArtinya “Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Dan sesungguhya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”.17. Qona’ah atau menerima dengan lapangQona’ah adalah menerima dengan lapang baik apapun takdir yang dituliskan Allah SWT, baik itu baik ataupun buruk. Misalnya kebahagiaan, penderitaan, kesejahteraan, musibah, nasib baik, dan nasib buruk. Tentu saja sangat berat untuk mempraktekkan sifat ini di dalam hati, kecuali bagi mereka yang memiliki keyakinan kuat untuk mendapatkan ridlo Allah SyukurSyukur diartikan sebagai wujud dari rasa berterima kasih kepada Allah SWT atas segala rohmat dan nikmat yang Dia berikan dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wujud rasa syukur diungkapkan dengan perkataan, perbuatan, dan hati. Sedangkan lawan dari syukur adalah IkhlasIkhlas dalam bahasa diartikan sebagai tulus atau murni, yaitu melaksanakan setiap aktivitas baik aktivitas yang berhubungan dengan dunia maupun aktivitas yang berhubungan dengan akhirat semata-mata hanya untuk mendapatkan ridlo Allah SWT. Sebagaimana pada doa iftitah dalam sholat yang sering kita baca اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَArtinya "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah milik Allah Tuhan semesta alam".20. TaqwaTaqwa adalah memelihara diri dari murka dan siksa Allah SWT dengan senantiasa menjalankan segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia Tawakkal atau berpasrah diriTawakkal diartikan sebagai berpasrah diri kepada Allah SWT. Berpasrah diri di sini bukan berarti 100% pasrah tanpa melakukan tawakkal adalah bentuk kepasrahan diri tanpa menghilangkan nilai-nilai Ikhtiyar atau berusahaManusia diwajibkan untuk berusaha dalam hal-hal yang bersifat ukhrawi dan duniawi, sedangkan usaha manusia harus disertai dengan tawakkal. Artinya, manusia berusaha dengan diiringi keyakinan bahwa Allah SWT yang memberikan ketentuan atas usaha ZuhudZuhud adalah mengutamakan kepentingan akhirat di atas kepentingan dunia. Orang-orang yang zuhud adalah orang-orang yang enggan berurusan dengan urusan dunia kecuali urusan dunia yang bisa mendukung urusan akhirat. Seolah-olah mereka benar-benar tidak perduli atas segala macam kemewahan dunia yang bersifat semu, serta menghabiskan segenap waktu untuk beribadah, berdzikir, bermunajah, dan Roja’ atau berharapRoja’ adalah keinginan untuk mendapatkan rohmat, ampunan, dan ridlo Allah SWT sebagai bentuk harapan di dalam hati. Bahkan bagi orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar sekalipun, roja’ adalah harapan disertai keyakinan kuat bahwa rohmat dan ampunan Allah SWT lebih luas. Lawan dari roja’ adalah ya’su atau putus asa atas rohmat Allah Wira’i atau berhati-hatiWirai adalah menjaga diri dengan senantiasa menghindari hal-hal yang bersifat dosa, haram, dan syubhat. Orang yang memiliki sifat wira’i senantiasa meneliti serta berhati-hati untuk tidak melakukan perbuatan dosa, memakan barang haram dan barang syubhat, orang seperti ini disebut wara’. islam
Akhlak Mahmudah adalah tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah, sedangkan Akhlak Mazmumah adalah semua perangai manusia, perangai lahir dan batin yang mungkar, maksiat, dan fahsya', berdasarkan petunjuk Allah SWT. Dalam Al-Qur'an dan yang dilarang atau dicela oleh nabi Muhammad Saw. To read the file of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
- Salah satu tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk memperbaiki akhlak dan mengajarkan cara berperilaku yang mulia. Setiap aspek ajaran Islam umumnya menekankan pada pembinaan akhlak umatnya. Hal ini tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak,” Baihaqi.Pengertian Akhlak Secara definitif, akhlak adalah sifat dan tabiat yang melekat pada diri individu. Wujud dari akhlak adalah perbuatan yang dilakukan sehari-hari, tanpa banyak pertimbangan atau pemikiran panjang, sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak 2014 yang diterbitkan Kementerian Agama melihat definisi di atas, maka perilaku yang dilakoni sesekali, bukan termasuk bagian dari akhlak. Misalnya, seseorang yang penyabar dan penuh kasih, tiba-tiba karena kehilangan uang dalam jumlah besar, langsung marah-marah, maka ia tak bisa disebut sebagai seorang pemarah. Karena itu, suatu perilaku bisa dikategorikan sebagai akhlak haruslah dilakukan berulang-ulang dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Jenis-jenis Akhlak Secara umum, akhlak terbagi menjadi dua, yaitu akhlak yang diatur manusia atau akhlak wad'iyyah dan akhlak yang lahir dari tuntunan Allah SWT atau akhlak Islam. Berikut penjelasan mengenai dua akhlak tersebut. 1. Akhlak Wad'iyyahAkhlak wad'iyyah adalah norma yang diciptakan manusia untuk mengatur tindakan dan perilaku di masyarakat. Akhlak wad'iyyah ini umumnya diatur untuk kemaslahatan bersama agar kehidupan bermasyarakat menjadi damai, tentram, dan terarah. Rujukan dari akhlak wad'iyyah adalah logika dan rasio manusia sendiri. Bagi anggota masyarakat yang melanggar akhlak wad'iyyah ini lazimnya memperoleh sanksi dari lingkungan sekitar, kepolisian, ataupun dikucilkan oleh masyarakat. 2. Akhlak IslamIslam mengatur akhlak-akhlak yang dianjurkan untuk dikerjakan umatnya, serta mengimbau perilaku-perilaku tercela agar dihindari. Rujukan akhlak Islam ini adalah dari Allah SWT, baik itu tertuang dalam Alquran atau melalui hadis Nabi Muhammad SAW. Berbeda dari akhlak wad'iyyah yang hanya beroleh sanksi dari manusia saja, pelanggar akhlak Islam juga diancam sanksi dari Allah SWT. Kemudian, akhlak dalam Islam terbagi menjadi dua, yaitu akhlak mahmudah terpuji dan akhlak mazmumah tercela. Berikut uraiannya sebagaimana dijelaskan di laman Kemenag A. Akhlak Mahmudah TerpujiAkhlak mahmudah adalah sifat dan tabiat mulia yang dianjurkan pengerjaannya dalam Islam. Saking pentingnya akhlak terpuji ini, sampai-sampai dijadikan sebagai tolok ukur keimanan seorang muslim, sebagaimana tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya,” Tirmidzi. Contoh-contoh akhlak mahmudah adalah ikhlas, sabar, syukur, khauf takut kemurkaan Allah SWT, mengharapkan keridaan Allah SWT, jujur, adil, amanah, tawadhu merendahkan diri sesama muslim, bersyukur, dan lain sebagainya. B. Akhlak Mazmumah TercelaAhlak mazmumah adalah sifat dan tabiat tercela yang mesti dihindari seorang muslim. Saking buruknya akhlak mazmumah ini, sampai-sampai Rasulullah SAW menjadikannya doa sebagaimana hadis berikut ini عن قطبة بن مالك – رضي الله عنه – كان النبي – صلى الله عليه وسلم – يقول اللهم إني أعوذ بك من منكرات الأخلاق والأعمال والأهواء . رواه الترمذي Artinya "Diriwayatkan dari Qutbah bin Malik RA yang mendengar Rasulullah SAW berdoa 'Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari akhlak, perbuatan, dan hawa nafsu tercela'," At-Tirmidzi. Contoh-contoh akhlak mazmumah adalah riya, tergesa-gesa, dengki hasad, sombong, narsistik ujub, bakhil, buruk sangka, tamak, pemarah, dan lain juga Mengenal Akhlak Tercela Ananiah, Sikap yang Asalnya dari Iblis Perilaku Ihsan Dalil dan Contoh Perilakunya Menurut Agama Islam - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno
Uploaded byTsanawiyah Bronndong 0% found this document useful 0 votes0 views12 pagesOriginal Title7 AQIDAH AKHLAKCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes0 views12 pages7 Aqidah AkhlakOriginal Title7 AQIDAH AKHLAKUploaded byTsanawiyah Bronndong Full descriptionJump to Page You are on page 1of 12Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Ilustrasi Akhlak Mahmudah. Foto ThinkstockNabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rasul untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Sebab akhlak merupakan pondasi penting untuk umat yang beragama. Secara bahasa, akhlak berasal dari kata khuluk yang artinya tingkah laku, tabiat, atau perangai. Berdasarkan istilah, akhlak berarti kumpulan sifat yang dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik dan buruk. Bagi umat Muslim, manusia yang dijadikan teladan dalam perkara akhlak adalah Rasulullah SAW. Ini karena Rasulullah memiliki sifat-sifat terpuji yang merupakan uswatun hasanah contoh teladan terbaik bagi seluruh kaum Muslimin. Dalam ajaran Islam, terdapat dua bentuk akhlak, yaitu akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah. Berikut ini adalah penjelasannya Akhlak Mahmudah Akhlakul mahmudah atau akhlakul karimah merupakan akhlak terpuji yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Zulkarnain dalam Transformasi Nilai-nilai Pendidikan Islam menjelaskan bahwa akhlak terpuji yaitu akhlak yang senantiasa berada dalam kontrol ilahiyah yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kondusif bagi kemaslahatan umat. Akhlak mahmudah terbagi menjadi tiga, yaitu akhlak kepada Allah, akhlak kepada manusia, dan akhlak kepada alam. 1. Akhlak Kepada Allah SWT Ilustrasi sholat. Foto FreepikAminudin dkk dalam Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum menjelaskan bahwa akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk kepada Tuhan sebagai Khalik. Beberapa contoh perwujudan akhlak kepada Allah SWT di antaranya adalah Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan mempercayai segala keagungannya serta melakukan tindakan-tindakan baik yang diperintahkan-Nya. Sabar, yang menurut Al-Naisabury Al-Qusairi artinya menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetap tenang ketika mendapatkan cobaan, dan menampakkan sikap cukup walaupun sebenarnya berada dalam kefakiran dalam bidang ekonomi. Tawakal, artinya menyerahkan segala urusan, ikhtiyar, dan daya upaya yang telah dilakukan kepada Allah SWT. Bersyukur atas semua nikmat yang diperolehIlustrasi silaturahmi. Foto ShutterstockAkhlak kepada manusia dibagi menjadi akhlak terhadap diri sendiri dan dalam lingkungan keluarga. Akhlak terhadap diri sendiri adalah kewajiban manusia sebagai makhluk yang dibekali akal pikiran dan hati nurani terhadap dirinya sendiri. Beberapa contoh akhlak terhadap diri sendiri yaitu Memelihara kesucian, kebersihan, kesehatan, kerapian dan kecantikan kerja akal pikiran dengan menganalisa dan mengambil hikmah dari apa saja yang sedang dan akan dialaminya, baik yang menyenangkan maupun kerahmatan di bumi dengan mengolah dan memanfaatkannya untuk kebutuhan hidup di dunia. Adapun akhlak dalam lingkungan keluarga terwujud dalam beberapa sikap berikut ini Berbakti kepada orangtua, karena ridha Allah adalah ridha kedua baik kepada sanak saudara dan meningkatkan kualitas dan kuantitas silaturahmi dengan mereka. Suami istri wajib saling mencintai, saling menghormati, setia, dan memberi bantuan lahir batin satu sama lain. Ilustrasi menjaga lingkungan. Foto PixabayMenurut Zulkarnain, seorang muslim hendaknya memiliki sikap menjaga lingkungan dan tidak berbuat kerusakan, memanfaatkannya untuk kebaikan dan tidak melakukan eksploitasi yang berlebihan. Contoh-contoh akhlak kepada alam menurut Aminuddin dkk di antaranya adalah Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. Menjaga dan memanfaatkan alam, terutama hewani dan nabati untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya. Sayang kepada semua makhluk dan menggali potensi alam demi kemaslahatan umat manusia dan alam sekitarnya. Akhlak Mazmumah Selain menjaga akhlak mahmudah, seorang muslim juga harus menghindari akhlak mazmumah atau akhlak tercela. Pengertian akhlak mazmumah yaitu segala bentuk perbuatan manusia yang dapat mendatangkan kemudhorotan bagi diri sendiri dan orang lain, serta dapat membahayakan iman dan mendatangkan dosa. Contoh akhlak mazmumah di antaranya yaitu Bersikap takabur, kikir, sombong, dan buruk kepada orang lain suudzonMengingkari janji yang sudah barang yang bukan haknya.
memiliki akhlak mahmudah kepada allah hukumnya