69Seni Budaya 1. Komposisi Komposisi merupakan penyusunan suatu karya musik baik dalam bentuk lagu maupun instrumen yang diciptakan dalam bentuk tertulis dan bersifat abadi untuk diperdengarkan, diedarkan, dinilai, diapresiasi masyarakat. Keberhasilan suatu karya cipta musik ditentukan oleh nilai ciptanya. Kegiatan komposisi ialah pengalaman membuat lagu yang berhubungan dengan perencanaan
Ciptalagu anak adalah salah satu cabang yang diperlombakan dalam agenda lomba ini. Menurut pengamatan saya yang pernah dipercaya menjadi juri lomba cipta lagu anak yang diselenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Kediri pada tahun 2015 dan 2016, dapat diidentifikasi tentang kemampuan mencipta lagu anak sangatlah rendah.
menciptalagu, instrument ataupun mengaransemen musik baru yang belum pernah diciptakan orang lain dan hasil lagu dan musiknya dapat dinikmati orang lain (Habsari). Pada kegiatan bermusik, kreativitas memegang kunci utama ketika seseorang ingin menciptakan suatu karya yang orosinil, berbeda dan
Kreasimerupakan kegiatan yang bermuara pada lahirnya karya seni, dimana proses kreasi bertujuan menghadirkan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Salah satunya sebuah karya seni dapat berwujud musik. Karya seni musik adalah objek kasat indera dengar yang bersifat auditory. Sebuah karya seni musik sebagai objek pengamatan berlaku buat siapapun.
Dukundalam masyarakat Dayak Kanayatn adalah orang yang memiliki kemampuan supranatural. Salah satu kemampuannya yaitu mengobati orang yang sakit. Sedangkan balenggang berarti suatu kegiatan penyembuhan tradisional yang dipimpin oleh seorang dukun. Pada umumnya balenggang diminta oleh sebuah keluarga yang salah satu anggotanya mengalami sakit
Vay Tiα»n Nhanh Ggads. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pencipta adalah orang atau sesuatu yang mencipta membuat. Mencipta berarti memusatkan daya pikir untuk mengadakan sesuatu. Pencipta dan mencipta berasal dari kata dasar cipta yang artinya daya pikir yang dapat menimbulkan suatu karya, angan-angan yang kreatif. Allah adalah pencipta dunia, termasuk manusia. Demikianlah pengetahuan iman kristiani, sebagaimana tercantum dalam Kitab Suci dan direnungkan oleh para bapa Gereja. Bahwa Allah itu pencipta berarti dalam kasih-Nya yang kudus, Ia telah memutuskan untuk hidup bersama suatu kenyataan di luar diri-Nya yang dijadikan-Nya justru untuk itu. Tindakan mencipta itu seperti juga tindakan mewahyukan diri, ikut turun ke bawah. Allah adalah pencipta. Hal ini ditulis dalam Alkitab "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" Kej 11, Allah menyatakan dirinya lewat ciptaan. Mazmur menuliskan bahwa, "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangannya". Penciptaan menunjuk pada eksistensi Allah dan tanggung jawab kita. Juga ada tertulis, "Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dan karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat beralih" Rm 120. Allah berbicara dan dunia jadilah. Mazmur menggambarkan bahwa, "Oleh firman Tuhan, langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya segala tentara-Nya. Sebab Dia berfiman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada" Mzm 336,9. Allah menciptakan dunia dalam enam hari dalam arti yang sebenarnya. Dalam Alkitab juga digambarkan bahwa, "Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari sabat dan menguduskannya Kel 2011. "Allah melihat segala yang telah diciptakan, dan sungguh baik adanya" Kej 131.Penciptaan dalam teologi dipahami sebagai kepedulian manusia mengenai keberadaannya, yang mengandung pertanyaan-pertanyaan "dari mana" dan juga meluas sampai mencakup penciptaan dunia atau kosmos dan sejarah. Kitab Suci menyajikan bahwa Allah sebagai semacam teladan dalam menghasilkan karya, perajin seni manusiawi mencerminkan citra Allah sebagai Sang Pencipta. Hubungan itu tergambar dalam bahasa Polandia, yaitu kaitan logat antara kata strca Pencipta dan twrca perajin seni. Yang menjadi perbedaan yaitu bahwa Allah adalah satu-satunya yang menciptakan mengurniakan keberadaan sendiri, Ia mengadakan sesuatu dari ketiadaan. Sedangkan perajin seni sebagai kontras menggunakan sesuatu yang sudah berada yang itu diberinya bentuk dan makna. Itu pola bekerja yang khas bagi manusia, sebagai yang diciptakan menurut Citra Allah. Seorang pun tidak dapat merasakan secara lebih mendalam selain dari pada seniman-seniwati, pencipta-pencipta kreatif keindahan. Sebab suatu percikan citarasa sudah begitu memancar dari penglihatan mereka, bila tertangkap oleh daya yang tersembunyi seperti bunyi, kata, warna-warni, bentuk yang dikagumi, dan juga di situ dirasakan gema misteri penciptaan Allah, satu-satunya Pencipta segala sesuatu yang juga menghendaki untuk menggabungkan seniman-seniwati itu. 1 2 3 Lihat Humaniora Selengkapnya
RINGKASAN PROPOSAL Aktivitas bermusik seperti mendengarkan musikdan bernyanyi menjadi sebuah proses yang berarti bagi anak, maka diperlukan kemampuan guru dalam mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Salah satu hal penting berkaitan dengan kemampuan guru adalah masalah kreativitas guru dalam membuat karya cipta lagu anak. Mengacu pada agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pengurus IGTKI-PGRIdi tingkat Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota maupuntingkat Kecamatan adalah Porseni Guru TK. Cipta lagu anak adalah salah satu cabang yang diperlombakan dalam agenda lomba ini. Menurut pengamatan saya yang pernah dipercaya menjadi juri lomba cipta lagu anak yang diselenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Kediri pada tahun 2015 dan 2016, dapat diidentifikasi tentang kemampuan mencipta lagu anak sangatlah rendah. Hal ini bisa dilihat dari hasil ciptaan yang dinilai dari aspek originalitas, kesesuaian tema, partitur, dan praktik untuk melagukan hasil ciptaannya. Ditinjau dari aspek originalitas, hasil karya cipta lagu guru telah memenuhi standarisasi pengkaryaan yaitu bukan merupakan karya plagiat. Ditinjau dari aspek kesesuaian tema, masih banyak hasil karya cipta lagu yang tidak runtut atau tidak sesuai antara tema yang dipilih dengan lirik yang telah dipaparkan. Ditinjau dari aspek partitur/bentuk penulisan, hampir 95 % peserta lomba cipta lagu kurang paham tentang cara penulisan lagu yang sesuai dengan kaidah penulisan partitur, misalnya pembuatan judul lagu, penentuan nada dasar yang sesuai dengan jangkauan anak, tanda tempo yang sesuai dengan karakter tema yang diambil, tanda birama yang sesuai dengan karakter tema yang diambil, sifat lagu yang sesuai dengan tema yang diambil, pencantuman nama pencipta, proporsional pembuatan garis sukat, dan tanda garis penghubung suku kata pada lirik. Aspek praktik melagukan hasil ciptaan, kelemahan ini juga sering terjadi. Buktinya adalah adanya perbedaan melodi antara notasi yang ditulis dengan notasi ketika karyanya dinyanyikan. Sedangkan, pada lembaga IGRA Ikatan Guru Raudhatul Athfal bisa diidentifikasi bahwa tidak adanya agenda dalam bentuk kegiatan seni bidang musik, baik dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan jarangnya perlombaanbidang seni musik yang diselenggarakan Kemenag di tingkat kecamatan, Kab./Kota, Propinsi, maupun Nasional. Hal ini dirasa sangat dibutuhkan oleh lembaga IGRA dalam peningkatan kompetensi gurunya. Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah peningkatan kompetensi melalui pelatihan. Melalui pelatihan, peserta akan diberikan materi kajian tentang baca tulis notasi angka, solfegio, primavera, mencipta lagu melalui sinopsis cipta ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dalam menciptakan lagu menurut kaidah yang baik dan benar sesuai dengan aspek yang dikaji yaitu originalitas, kesesuaian tema, partitur, dan praktik melagukan hasil ciptaan. Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas lagu yang diciptakan. Kata Kunci Penciptaan, Lagu Model, dan Anak Usia Dini. Judul IbM β Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini Tahap II
RINGKASAN PROPOSAL Aktivitas bermusik seperti mendengarkan musik dan bernyanyi menjadi sebuah proses yang berarti bagi anak, maka diperlukan kemampuan guru dalam mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Salah satu hal penting berkaitan dengan kemampuan guru adalah masalah kreativitas guru dalam membuat karya cipta lagu anak. Mengacu pada agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pengurus IGTKI-PGRI di tingkat Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota maupun tingkat Kecamatan adalah Porseni Guru TK. Cipta lagu anak adalah salah satu cabang yang diperlombakan dalam agenda lomba ini. Menurut pengamatan saya yang pernah dipercaya menjadi juri lomba cipta lagu anak yang diselenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Kediri pada tahun 2015 dan 2016, dapat diidentifikasi tentang kemampuan mencipta lagu anak sangatlah rendah. Hal ini bisa dilihat dari hasil ciptaan yang dinilai dari aspek originalitas, kesesuaian tema, partitur, dan praktik untuk melagukan hasil ciptaannya. Ditinjau dari aspek originalitas, hasil karya cipta lagu guru telah memenuhi standarisasi pengkaryaan yaitu bukan merupakan karya plagiat. Ditinjau dari aspek kesesuaian tema, masih banyak hasil karya cipta lagu yang tidak runtut atau tidak sesuai antara tema yang dipilih dengan lirik yang telah dipaparkan. Ditinjau dari aspek partitur/bentuk penulisan, hampir 95 % peserta lomba cipta lagu kurang paham tentang cara penulisan lagu yang sesuai dengan kaidah penulisan partitur, misalnya pembuatan judul lagu, penentuan nada dasar yang sesuai dengan jangkauan anak, tanda tempo yang sesuai dengan karakter tema yang diambil, tanda birama yang sesuai dengan karakter tema yang diambil, sifat lagu yang sesuai dengan tema yang diambil, pencantuman nama pencipta, proporsional pembuatan garis sukat, dan tanda garis penghubung suku kata pada lirik. Aspek praktik melagukan hasil ciptaan, kelemahan ini juga sering terjadi. Buktinya adalah adanya perbedaan melodi antara notasi yang ditulis dengan notasi ketika karyanya dinyanyikan. Sedangkan, pada lembaga IGRA Ikatan Guru Raudhatul Athfal bisa diidentifikasi bahwa tidak adanya agenda dalam bentuk kegiatan seni bidang musik, baik dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan jarangnya perlombaan bidang seni musik yang diselenggarakan Kemenag di tingkat kecamatan, Kab./Kota, Propinsi, maupun Nasional. Hal ini dirasa sangat dibutuhkan oleh lembaga IGRA dalam peningkatan kompetensi gurunya. Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah peningkatan kompetensi melalui pelatihan. Melalui pelatihan, peserta akan diberikan materi kajian tentang baca tulis notasi angka, solfegio, primavera, mencipta lagu melalui sinopsis cipta lagu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dalam menciptakan lagu menurut kaidah yang baik dan benar sesuai dengan aspek yang dikaji yaitu originalitas, kesesuaian tema, partitur, dan praktik melagukan hasil ciptaan. Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas lagu yang diciptakan. Kata Kunci Penciptaan, Lagu Model, dan Anak Usia Dini. Judul IbM β Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini Tahap II
mencipta lagu adalah sebuah kegiatan yang