1 Infeksi Virus. Tampaknya sudah tak diragukan lagi bahwa pemicu utama dari adanya radang di tenggorokan merupakan serangan infeksi dari virus. Meski bukan satu-satunya pemicu radang tenggorokan, kebanyakan kasus disebabkan oleh virus ini. Virus flu serta pilek adalah rata-rata penyebab dari infeksi yang terjadi.
Sementara maag fungsional dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, jadwal makan yang tidak teratur, hingga kurangnya istirahat sehingga dapat menyebabkan terjadinya gastritis atau radang lambung. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat bertambah parah dan menjadi pemicu terjadinya kanker usus. Mengenal penyakit asma
Sungguh terdapat lebih banyak penghalusan emosi daripada kata yang kita miliki untuk itu. Hingga kini, para peneliti terus berdebat tentang emosi mana benar benar yang dapat dianggap sebagai emosi primer-biru, merah dan kuningnya setiap campuran perasaan-atau bahkan mempertanyakan apakah memang ada emosi primer semacam itu.
BerikutPenyebab Terjadinya Mutasi Maret 31, 2021 Biang Cara Penyebab Aneusomi, Penyebab Mutasi Aneusomi, Sebab-sabab Terjadi Mutasi Berikut penyebab terjadinya mutasi: 1. Inversi 2. Anafase 3. Delesi 4. Nondisjunction 5. Katenasi 6. Translokasi Penyebab aneusomi ditunjukkan oleh nomor A. 1 dan 3 B. 1 dan 4 C. 2 dan 4 D. 2 dan 5 E. 3 dan 6
WajibDiperhatikan Dan Bisa Menyebabkan Kematian, Inilah Bahaya dari Penyakit Asam Lambung. Januari 25, 2019 1. Wajib Diperhatikan Dan Bisa Menyebabkan Kematian, Inilah Bahaya dari Penyakit Asam Lambung. Disease) adalah dimana kondisi kita yang di tandai rasa nyeri di bagian ulu hati dengan sensasi terbakar di dada karena terjadinya asam
Vay Nhanh Fast Money. Popular Post September 29, 2017November 17, 20190 KomentarCara Mudah Membuat Blog Gratis Oktober 2, 2017November 17, 20190 KomentarCara Menulis Artikel dan Memposting Artikel Oktober 7, 2017November 17, 20190 KomentarCara Mengganti Template Blog di Blogger Oktober 13, 2017November 17, 20190 KomentarCara Mendaftarkan Blog di Google Webmaster Oktober 22, 2017November 17, 20190 KomentarCara Membuat Peta Situs dan Mengirim Peta Situs Oktober 26, 2017Desember 8, 20200 KomentarCara Menjawab Salam di Sosial Media
Maag sering dikaitkan dengan kebiasaan telat makan. Perut yang dibiarkan kosong diyakini dapat memicu produksi asam lambung berlebih sehingga menimbulkan gejala sakit maag. Padahal, penyebab maag bukan hanya akibat pola makan yang berantakan. Apa saja kondisi yang dapat menimbulkan sakit maag? Kondisi medis penyebab maag Maag sebenarnya bukanlah suatu penyakit khusus, melainkan kumpulan gejala yang menandakan masalah atau penyakit pada sistem pencernaan. Gejalanya mencakup sakit perut, perut kembung, mual, muntah, dan sebagainya. Secara umum, berikut berbagai kondisi medis yang dapat menyebabkan maag. 1. Masalah pada saluran pencernaan Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berbagai masalah pencernaan yang kerap menjadi penyebab maag adalah sebagai berikut. Gastritis radang lambung. Gastritis merupakan peradangan pada lapisan dalam lambung akibat infeksi bakteri, asam lambung, atau penyebab lainnya. Gastroesophageal reflux disease GERD. GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan sehingga menyebabkan nyeri pada ulu hati heartburn dan iritasi kerongkongan. Irritable bowel syndrome IBS. IBS merupakan penyakit yang membuat kontraksi otot usus besar kurang optimal sehingga berujung pada diare atau sembelit. Tukak lambung. Tukak lambung menandakan adanya luka atau lubang kecil pada dinding perut, yang biasanya disebabkan oleh gastritis parah. Pankreatitis. Pankreatitis merupakan kondisi ketika pankreas mengalami radang sehingga menimbulkan infeksi, kerusakan jaringan, atau bahkan perdarahan. Kanker lambung. Kanker berawal dari pertumbuhan tumor atau sel kanker ganas pada bagian dinding lambung. 2. Infeksi bakteri penyebab maag Infeksi bakteri Helicobacter pylori merupakan salah satu penyebab gangguan pencernaan yang paling umum. Bakteri ini dapat menyebabkan gastritis, infeksi lambung, hingga tukak lambung akibat gastritis yang bertambah parah. Bakteri H. pylori menyerang lapisan lambung dan usus halus bagian atas sehingga menimbulkan gejala berupa sakit perut. Gejala lain yang umumnya muncul yakni perut kembung, sering sendawa, hilang nafsu makan, serta mual atau muntah. 3. Penyakit autoimun Meskipun terbilang langka, penyakit autoimun juga bisa menjadi penyebab maag. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri, bukannya melawan zat asing penyebab penyakit. Dalam hal ini, sel-sel kekebalan tubuh justru menyerang lapisan dinding lambung yang sehat dan tidak bermasalah. Alhasil, sel-sel penyusun lapisan dinding lambung pun mengalami peradangan atau bahkan kerusakan. 4. Stres dan kecemasan Stres dan kecemasan memang tidak secara langsung menyebabkan maag. Akan tetapi, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Stres dan kecemasan yang tidak dikelola dengan baik bisa memperburuk gejala gangguan pencernaan. Saat tubuh stres, produksi hormon prostaglandin akan menurun. Hormon ini berfungsi melindungi dinding lambung dari suasana yang terlalu asam. Menurunnya jumlah prostaglandin membuat dinding lambung lebih rentan terkikis. Kebiasaan buruk penyebab maag Selain kondisi medis, maag juga bisa disebabkan oleh kebiasaan yang kurang sehat. Berikut sederet kebiasaan yang dapat merangsang produksi asam lambung sehingga menimbulkan gejala maag. 1. Langsung berbaring setelah makan Jika Anda langsung berbaring atau tidur setelah makan, hal ini dapat memicu naiknya makanan dan asam lambung ke kerongkongan. Akibatnya, Anda mungkin mengalami mual, sakit perut, atau nyeri pada dada dan perut. Agar kebiasaan ini tidak menjadi penyebab maag, berikan jeda waktu sekitar 2 – 3 jam setelah makan bila Anda ingin tidur. Biasakan juga untuk tidak makan berdekatan dengan waktu tidur guna menghindari kemungkinan munculnya maag. 2. Porsi makan terlalu besar Makan dalam porsi yang terlalu besar dapat meningkatkan produksi asam lambung. Saat Anda makan banyak, lambung juga menerima tekanan berlebih karena meregang dengan cepat. Inilah yang lantas menjadi penyebab maag. Alih-alih makan tiga kali sehari dalam porsi besar, cobalah untuk makan sebanyak 4 – 5 kali dengan porsi yang lebih kecil. Dengan begitu, Anda tetap bisa mendapatkan asupan gizi tanpa risiko mengalami maag. 3. Minum alkohol secara berlebihan Kebiasaan minum alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan iritasi dan pengikisan lapisan lambung. Akibatnya, lambung menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat terkena asam lambung secara terus-menerus. Kondisi ini akhirnya dapat menyebabkan gangguan pencernaan berupa gastritis. Jika kebiasaan ini tidak diubah atau peradangan tidak tertangani dengan baik, gastritis bisa saja berujung menjadi tukak lambung. 4. Merokok penyebab maag Kebiasaan merokok dapat mengendurkan kekuatan otot sfingter kerongkongan bagian bawah. Otot ini berfungsi mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan. Jika otot sfingter melemah, asam lambung dapat mengalir naik dan menyebabkan heartburn. Selain itu, merokok juga memperlambat waktu pengosongan lambung dan mengurangi produksi air liur yang merupakan penetral asam lambung alami. Cairan asam akhirnya menumpuk di dalam lambung sehingga menjadi penyebab sakit maag. 5. Makan makanan dan minuman tertentu Ketika gejala maag muncul, coba perhatikan makanan dan minuman yang akhir-akhir ini sering Anda konsumsi. Makanan dan minuman tertentu ternyata dapat memicu kambuhnya maag dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Jika Anda sering mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari makanan dan minuman penyebab maag berikut. Makanan pedas. Meski tidak memicu produksi asam, makanan pedas atau mengandung bawang putih bisa memperparah gejala maag. Makanan tinggi lemak. Makanan tinggi lemak dapat memperlambat waktu pengosongan lambung sehingga asam lambung berisiko naik ke kerongkongan. Buah-buahan asam. Jeruk, lemon, tomat, dan sejenisnya dapat memperburuk gejala maag. Minuman tertentu. Minuman bersoda, berkarbonasi, dan berkafein adalah penyebab maag yang sangat umum. Efek obat-obatan tertentu Obat-obatan memang dapat menghilangkan rasa sakit pada tubuh. Namun, jenis obat tertentu juga bisa menjadi penyebab munculnya keluhan maag. Salah satunya adalah obat pereda nyeri dari golongan non-steroid anti-inflamasi NSAID. Konsumsi jangka panjang obat NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen dapat menipiskan lapisan lendir yang melindungi lambung. Ini akan membuat lambung lebih mudah mengalami iritasi akibat paparan asam lambung secara terus-menerus. Selain NSAID, jenis obat lain yang berpotensi menjadi penyebab maag yaitu estrogen dan kontrasepsi oral, obat steroid, antibiotik tertentu, obat penyakit tiroid, dan obat yang memiliki kandungan nitrat. Sebelum rutin mengonsumsi obat tertentu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter. Beritahu dokter mengenai kondisi medis yang Anda miliki, terutama yang berkaitan dengan sistem pencernaan Anda. Jika maag terbukti disebabkan oleh penggunaan obat, mintalah obat yang lebih aman bagi lambung Anda kepada dokter. Dokter mungkin juga dapat mempertimbangkan metode pengobatan lain untuk Anda. Maag adalah sekumpulan gejala yang menandakan masalah pada pencernaan Anda. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab maag, dari gaya hidup, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, hingga efek obat-obatan. Dengan mengetahui penyebabnya, akan lebih mudah bagi Anda untuk mencegah maag kambuh di kemudian hari.
Radang lambung atau yang sering disebut dengan gastritis merupakan iritasi yang terjadi di permukaan lambung. Penyakit ini muncul sebagai akibat dari berbagai macam faktor. Dilihat dari waktu terjadinya, radang lambung bisa dibagi menjadi 2, yaitu radang lambung akut dan radang lambung kronis. Radang lambung akut muncul secara mendadak dan biasanya akan cepat reda. Sedangkan radang lambung kronis terjadi secara perlahan dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup kita memiliki sel-sel yang menghasilkan asam dan enzim yang berfungsi untuk mencerna makanan. Sel-sel tersebut juga menghasilkan lapisan lendir yang berguna untuk melindungi lapisan lambung dari radang atau pengikisan asam. Lapisan lendir tersebut berguna untuk melindungi dinding lambung dari iritasi akibat asam yang dihasilkan oleh lambung. Penyakit radang lambung muncul sebagai akibat dari rusaknya lapisan lendir tersebut sehingga menyebabkan dinding lambung terkena iritasi. Penyakit radang lambung ini oleh orang awam juga sering disebut dengan penyakit beberapa faktor yang menyebabkan penyakit radang lambung, di antaranya1. Makanan dengan Kadar Asam TinggiNormalnya, lambung kita selalu menghasilkan zat asam setiap saat untuk membantu proses pencernaan dan juga untuk mencegah infeksi bakteri atau kuman lainnya. Asam lambung akan membunuh kuman yang masuk ke dalam lambung sehingga tidak menyebabkan infeksi. Namun, kadar asam yang terlalu tinggi di dalam lambung bisa merusak lapisan dinding lambung. Naiknya kadar asam di dalam lambung tersebut salah satunya bisa disebabkan oleh asupan makanan yang terlalu asam, seperti makanan yang mengandung cuka atau buah-buahan yang terlalu asam.Baca juga bahaya jeruk nipis bagi penderita maag – makanan yang berbahaya bagi lambung – bahaya cuka makan2. Makanan Terlalu PedasBagi sebagian orang, makanan pedas merupakan makanan yang menggugah selera dan seringkali meningkatkan nafsu makan seseorang. Namun bagi Anda yang memiliki masalah lambung sebaiknya menghindari makanan pedas. Bagi Anda yang tidak memiliki masalah dengan sistem pencernaan pun sebaiknya juga menghindari jenis makanan yang terlalu pedas. Makanan pedas juga akan memicu radang lambung. Efek pedas pada makanan yang Anda konsumsi akan menyebabkan lambung menjadi perih. Rasa perih pada lambung tersebut terjadi karena lambung yang terus terkena makanan pedas lambat laun akan semakin tipis, rapuh, dan mudah terkena infeksi. Selain menyebabkan radang lambung, terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas juga bisa menyebabkan diare.Baca juga bahaya makanan pedas3. Efek Samping Obat-obatanBeberapa jenis obat-obatan penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, serta obat anti inflamasi non steroid juga memiliki efek samping terhadap dinding lambung. Selain itu, tablet besi dan obat-obatan kemoterapi juga memiliki efek yang sama terhadap lambung, yakni menyebabkan pengikisan pada dinding lambung. Penggunaan beberapa jenis obat-obatan tersebut, terutama dalam jangka panjang, akan menyebabkan dinding lambung semakin terkikis dan mudah terkena InfeksiPenyebab radang lambung juga bisa dikarenakan oleh infeksi. Biasanya kondisi ini terjadi pada penderita radang lambung kronis. Infeksi yang paling umum menyebabkan radang lambung adalah infeksi bakteri H. pylori. Selain bakteri tersebut, beberapa jenis virus dan juga parasit juga bisa menyebabkan infeksi pada dinding lambung dan menyebabkan radang lambung, seperti infeksi tuberkulosis atau TBC, sifilis, infeksi virus, infeksi jamur, serta infeksi parasit dan StresSelama ini banyak yang menghubungkan antara stres dengan penyakit maag. Secara ilmiah, stres memang bisa memicu radang lambung karena meningkatnya kadar asam di dalam lambung. Stres merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan suplai aliran darah di dalam tubuh mengalami perubahan. Saat stres, aliran darah akan lebih banyak menuju oto lengan dan kaki sehingga suplai darah ke area lambung akan berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan proses pencernaan berlangsung lebih lama. Makanan yang tidak segera dicerna inilah yang menyebabkan kadar asam di dalam lambung meningkat dan memicu penyakit radang lambung.Baca juga cara mengatasi stres – makanan untuk menghilangkan stres6. Konsumsi AlkoholTerbiasa mengkonsumsi alkohol juga akan meningkatkan kadar asam di dalam lambung. Hal itu pula yang menyebabkan resiko untuk terkena radang lambung akan meningkat. Selain meningkatkan resiko radang lambung, terbiasa mengkonsumsi minuman beralkohol juga akan meningkatkan resiko terkena penyakit hati atau sirosis Kondisi Medis yang MendasariAda beberapa kasus di mana radang lambung merupakan komplikasi dari sebuah kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi seperti pembedahan pasca tindakan invasif, pasca operasi bedah lambung, pasca terapi radiasi, penyakit autoimun, anemia pernisiosa, serta muntah terus-menerus merupakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan radang lambung. Anemia pernisiosa merupakan anemia yang disebabkan oleh ketidakmampuan lambung untuk mencerna vitamin beberapa faktor yang bisa menjadikan penyebab radang lambung. Pada beberapa kasus, radang lambung juga bisa disebabkan akibat menelan benda asing seperti peniti atau jarum. Penyakit radang lambung umumnya dapat diatasi secara bertahap dengan mengkonsumsi obat antasida dan juga makan secara teratur. Hindari pula mengkonsumsi makanan yang bersifat korosif bagi lambung seperti makanan pedas dan makanan asam. Tags infeksi, maag, makanan pedas, radang lambung, stres
Dipublish tanggal Feb 22, 2019 Update terakhir Nov 10, 2020 Tinjau pada Jun 4, 2019 Waktu baca 3 menit Istilah "sakit maag" hanya ada di Indonesia, maag itu sendiri sebenarnya adalah bahasa belanda yang artinya lambung. Mungkin istilah ini telah dikenal sejak dahulu kala ketika bangsa kita dijajah oleh belanda, di mana rumah sakit dan ilmu medis merekalah yang menguasai, maka tak heran hingga saat ini banyak istilah yang berkaitan dengan dunia kedokteran di Indonesia masih menggunakan bahasa belanda. Sekarang kita akan membahas tentang penyakit maag yang dalam bahasa medis modern dikenal dengan istilah gastritis gaster =lambung, itis=radang. Jadi gastritis atau penyakit maag adalah peradangan, iritasi, atau erosi pada lapisan lambung yang dapat terjadi tiba-tiba akut atau secara bertahap dan berlangsung lama kronis. Bagi kebanyakan orang, sakit maag bukanlah penyakit serius dan akan cepat sembuh dengan pengobatan. Tetapi jika tidak diobati, bisa bertahan selama bertahun-tahun atau yang dikenal dengan istilah sakit maag kronis. Penyebab Sakit Maag Lapisan lambung 'mukosa' mengandung sel-sel khusus yang menghasilkan asam dan enzim yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun, jika Asam lambung berlebihan maka ia juga berpotensi memecah lapisan mukosa lambung dan menimbulkan peradangan, tapi untungnya ada sel-sel lain di lapisan mukosa yang memproduksi zat untuk melindungi lapisan lambung dari asam ini. Jika keseimbangan ini tetap terjaga maka lambung akan tetap sehat, tetapi begitu pula sebaliknya. Sakit maag dapat disebabkan oleh iritasi lambung akibat penggunaan alkohol yang berlebihan, muntah yang kronis, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat anti-inflamasi lainnya. Baca juga Stress Penyebab Sakit Maag Faktor pemicu sakit maag Berikut faktor pemicu sakit maag yang perlu diwaspadai Infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori H. pylori Sebuah bakteri yang hidup di lapisan mukosa lambung; tanpa pengobatan, infeksi dapat menyebabkan borok atau tukak lambung, bahkan pada beberapa orang dapat menyebabkan kanker lambung. Anemia pernisiosa Suatu bentuk anemia yang terjadi ketika lambung tidak memiliki zat alami yang dibutuhkan untuk menyerap dan mencerna vitamin B12 dengan baik. Sering mengkonsumsi aspirin, ibuprofen atau obat penghilang rasa sakit lainnya yang digolongkan sebagai obat anti-inflamasi non-steroid NSAID Sebuah peristiwa stres - seperti cedera yang buruk atau penyakit kritis, atau operasi besar. Mengapa stres dan penyakit serius dapat menyebabkan gastritis tidak diketahui sepenuhnya, tetapi mungkin terkait dengan penurunan aliran darah ke lambung. Penggunaan alcohol berlebihan Pada usia tua maka lapisan mukosa usus relative menjadi lebih tipis sehingga mudah terinfeksi kuman Proses tubuh menyerang tubuh sendiri autoimun seperti Gastritis autoimun, penyakit Hashimoto dan diabetes tipe 1 Gejala Sakit Maag Gejala yang rimbul dapat bervariasi antar individu, bahkan ada beberap yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun secara umum berikut Ciri ciri dan gejala sakit maag Nyeri ulu hati atau terasa terbakar pada perut bagian atas yang dapat membaik atau memburuk setelah makan. Perut kembung Perasaan penuh di perut bagian atas setelah makan Mual Muntah Tidak nafsu makan Cegukan jarang terjadi Jika berat dapat disertai muntah darah warna hitam hematemesis atau Buang air besar dengan warna hitam melena pula yang menandakan adanya tukak atau borok pada lambung hingga menimbulkan pendarahan. Lebih rinci, baca selengkapnya 9 Gejala Sakit Maag Pengobatan Sakit Maag Jika Anda memiliki gangguan pencernaan dan sakit perut pada ulu hati yang merupakan gejala sakit maag, maka Anda harus mengubah pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat, dan untuk meringankan atau mengatasi sakit maag bisa menggunakan obat maag yang dijual bebas seperti antasida. Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup Hentikan penggunaan obat penghilang rasa sakit NSAID, dan beralihlah ke obat penghilang rasa sakit yang bukan golongan NSAID, contohnya parasetamol. Penting juga berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Makan sedikit-sedikit tapi sering, jangan sampaitelat makan. Hindari makanan pedas, asam, dan berminyak. Mengurangi atau minghindai minuman ber-alkohol dan berkafein seperti kopi dan teh, serta minuman bersoda. Kendalikan stress dan berusahalah agar pikiran tenang. Obat maag penurun Asam Lambung Antasida - untuk menetralkan asam lambung, yang dapat memberikan bantuan menghilangkan nyeri dengan cepat karena bekerja secara langsung secara lokal. Histamin 2 H2 blockers seperti ranitidine, cimetidine - obat maag ini berfungsi menurunkan produksi asam lambung. Proton pump inhibitor PPI seperti omeprazole , lansoprazole, pantoprazole - obat maag ini berfungsi menurunkan produksi asam lambung lebih efektif daripada H2 blocker dan memberi kesempatan bagi sel-sel mukosa lambung untuk memperbaiki diri. Pemeriksaan ke dokter Berobatlah ke dokter, apabila Mengalami gejala sakit maag gangguan pencernaan yang berlangsung seminggu atau lebih, atau walaupun belum seminggu tapi menyebabkan Anda sakit parah atau ketidaknyamanan. Gejala sakit maag muncul setelah minum obat-obatan tertentu termasuk yang diresepkan oleh dokter. Terdapat darah seperti Muntah darah hematemisis atau darah dalam tinja melena yang berwarna hitam atau merah hematochezia. Tidak dapat makan atau minum sehingga nutrisi tidak dapat masuk Kebanyakan mereka yang mengalami sakit maag dapat sembuh dengan perawatan sederhana serta pola makan dan gaya hidup yang sehat. 3 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat
Sebenarnya penyebab GERD bukan hanya masalah pada otot sfingter kerongkongan saja. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, menyebutkan beberapa hal yang bisa turut menjadi penyebab GERD di bawah ini. 1. Minum obat-obatan Jenis obat-obatan tertentu seperti aspirin, Motrin atau Advil Ibuprofen, dan Aleve Naproxen, bisa menimbulkan efek samping tersendiri. Misalnya, menimbulkan gangguan pada gastrointestinal atau saluran pencernaan, termasuk masalah pada tukak lambung dan iritasi kerongkongan. Tidak menutup kemungkinan, jenis obat-obatan NSAID lain juga dapat semakin melemahkan otot sfringter kerongkongan. Berbagai obat lain yang dipercaya bisa melemahkan otot pada katup kerongkongan sehingga menjadi penyebab GERD, meliputi Obat untuk penyakit asma, Obat calcium channel blockers untuk mengobati tekanan darah tinggi, Obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi, Obat penenang, serta Obat antidepresan. Jika Anda sudah mengalami GERD, jenis obat-obatan tersebut berisiko meningkatkan keparahan gejalanya. Sementara bagi Anda yang tidak memiliki GERD, konsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang berisiko mengembangkan gejalanya. Maka itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Atau, konsultasikan juga ketika merasakan suatu gejala saat sedang rutin minum obat tertentu. 2. Merokok Orang yang memiliki GERD biasanya disarankan untuk tidak merokok, karena dipercaya sebagai salah satu penyebab penyakit ini. Pasalnya, ketika Anda merokok, kemampuan otot pada sfringter kerongkongan bagian bawah akan melemah. Akibatnya, sfringter kerongkongan yang harusnya tertutup, justru terbuka sehingga memudahkan aliran asam lambung yang baik. Inilah yang kemudian menyebabkan rasa nyeri pada dada alias heartburn. Selain itu, merokok juga bisa mengurangi jumlah produksi air liur, memperlambat waktu pengosongan perut, serta meningkatkan produksi asam lambung. Kesemua hal tersebut nantinya akan semakin memicu kenaikan asam lambung sebagai penyebab GERD. 3. Hiatal hernia Hiatal hernia yaitu kondisi yang terjadi ketika perut bagian atas menonjol hingga bersinggungan dengan diafragma. Diafragma yaitu otot yang memisahkan antara perut dengan dada, yang mana kerongkongan sebenarnya masuk ke area dada. Salah satu tugas diafragma yakni mencegah agar asam lambung tidak bisa naik kembali ke kerongkongan. Bila hiatal hernia terjadi, bagian diafragma tidak menutup sempurna sebagai pemisah antara dada dan perut. Kondisi ini tentu berpengaruh pada kemampuan otot sfringter kerongkongan untuk membuka dan menutup. Akibatnya, asam lambung pun jadi lebih mudah naik ke kerongkongan karena sfringter terbuka, sehingga menjadi penyebab GERD. 4. Genetik Berdasarkan beberapa studi, genetik memiliki kemungkinan besar menjadi penyebab GERD. Nampaknya, variasi DNA yang disebut GNB3 C825T merupakan gen berisiko membawa penyakit GERD dan masalah kesehatan lainnya yang berhubungan dengan organ kerongkongan. Namun, periset menyebutkan butuh penelitian lebih lanjut mengenai gen ini. Selain itu, gen ini disebut bukan jadi penyebab GERD tunggal. GERD sangat mungkin terjadi bila juga dikombinasikan dengan faktor risiko lain. 5. Kehamilan Kehamilan menjadi salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab risiko GERD semakin meningkat. Alasannya, karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat berpengaruh pada otot-otot sfringter esofagus. Di samping itu, ukuran perut yang semakin membesar akan memberikan tekanan kuat hingga berpengaruh pada naiknya asam lambung sehingga bisa jadi penyebab GERD. 6. Asupan makanan harian Jika gejala GERD terasa sering muncul, coba perhatikan dengan seksama. Sebab bisa jadi, beberapa jenis makanan dan minuman tertentu bertindak sebagai penyebab kemunculan gejala GERD. Sebenarnya, pantangan makanan dan minuman untuk orang dengan GERD tidak jauh berbeda dengan orang dengan masalah asam lambung. Pantangan makanan ini tentunya harus dihindari karena bisa memicu munculnya gejala. Berikut berbagai daftar makanan dan minuman yang jadi penyebab seseorang berisiko GERD, antara lain Makanan berminyak, seperti kentang goreng atau makanan cepat saji Makanan manis, seperti cokelat, permen, atau kue bergula Makanan asin, contohnya makanan kemasan Makanan pedas, baik cabai maupun lada Minuman yang asam, seperti air jeruk nipis Minuman berkafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan cokelat panas atau dingin Minuman beralkohol 7. Faktor lain Di luar dari penyebab serta faktor risiko GERD yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal lain yang bisa menimbulkan GERD. Penting untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini bila tidak ingin gejala GERD mudah kambuh. Obesitas Efek kondisi obesitas sama seperti kehamilan, yakni lemak yang berlebihan memberikan tekanan lebih besar pada perut. Akibatnya, asam lambung akan diproduksi lebih banyak dan meningkatkan peluang untuk naik ke kerongkongan. Kebiasaan makan yang buruk GERD erat dengan pola makan. Selain pilihan makanan tidak tepat, penyebab GERD terus-menerus kumat yakni kebiasaan makan yang buruk, contohnya makan dalam porsi besar sekaligus, makan terburu-buru, atau langsung tidur setelah makan. Masalah medis tertentu Penyebab meningkatkan risiko GERD bisa jadi karena adanya masalah pada jaringan ikat. Kondisi ini bisa mengeraskan kulit dan jaringan kulit. Seiring waktu, penyakit ini bisa merusak struktur kulit, pembuluh darah, organ dalam, dan sistem pencernaan. Jika Anda merasa memiliki satu atau lebih dari faktor risiko tersebut, penanganan dan perubahan gaya hidup sedini mungkin bisa membantu mencegah GERD. Selain penyakit ini, ada juga penyakit lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya GERD, seperti penyakit celiac, diabetes, dan PPOK penyakit paru obstruktif kronis.
mengapa orang sering emosi dapat menyebabkan terjadinya radang lambung