SALAMPRAMUKA!!! Pramuka merupakan kegiatan yang sangat seru, mendidik, dan kreatif. kebersamaa dalam pramuka memang sangat-sangat kita cari dengan bersama solidaritas kita akan semakin baik, rasa peduli kita rasa sayang kita semakin erat, dengan pramuka kita bisa mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan, rasa itu akan tmbuh dan akan Salamhangat, contoh pidato kata sambutan Natal dan tahun baru #3. Shalom. Selamat pagi, kepada bapak/ibu, saudara saudari sekalian, salam sejahtera dalam Yesus Kristus bagi kita semua. Kepada yg terhormat bapak kepala Sekolah SMPN 1 JAMBI, yang terhormat dewan guru SMPN 1 JAMBI, dan teman-teman sekalian yang berbahagia pada pagi hari ini. Yangpaling sederhana saja dengan ucapan salam, dimana kita mendo'akan orang yang kita jumpai agar mendapatkan keselamatan dan rahmat Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Jika cinta menjadi dasar, maka silaturahim itu mengetahui keadaan saudara dengan berkunjung, membantu saudaranya jika perlu bantuan, menyelamatkan suadara jika mengarah kepada SaikhulHadi 2013: 3 menjelaskan bawha senyuman dapat melumpuhkan musuh, menyembuhkan penyakit, perekat tali persaudaraan, pengobat luka jiwa, dan bisa menjadi sarana tercapainya perdamaian dunia. 2. Salam Dalam islam juga diajarkan kalimat salam berupa Assalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, artinya adalah salam sejahtera, rahmat Allah UcapanSalam Mengandung Makna Persamaan Kemanusiaan Sunday, 21 Nov 2021 13:00 WIB. REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ucapan salam ' Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh' menjadi tanda di antara mereka ada Ikatan persaudaraan dalam bingkai keyakinan (Islam). Ucapan salam menjadi tanda semua umat di hadapan Allah sama. "Dapat ditambahkan Vay Nhanh Fast Money. Kalimat efektif yang baik adalah kalimat yang dapat menyampaikan? Latar belakang Tujuan Biodata penulis Semua jawaban benar Kunci jawabannya adalah B. Tujuan. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, kalimat efektif yang baik adalah kalimat yang dapat menyampaikan tujuan. At Tauhid edisi VII/14 Oleh Arif Rohman Habib Sebagai seorang muslim, kita hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah ta’ala berikan kepada diri kita. Demikian pula, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah ta’ala curahkan kepada kaum muslimin yang berkaitan dengan agamanya. Di antara sekian banyak nikmat tersebut adalah nikmat ukhuwah persaudaraan antar kaum muslimin di atas agama Islam ini… Semestinya kita semua mengetahui bahwa salah satu faktor pengokoh agama Islam ini adalah jalinan persaudaraan yang erat antar pemeluknya. Jalinan persaudaraan yang dibangun karena Allah dan di atas jalan-Nya merupakan sesuatu yang jarang ditemukan belakangan ini. Tak sedikit kaum muslimin melupakan hal ini. Akibatnya, tak jarang kita jumpai perselisihan dan pertikaian tersebar di tengah-tengah. Padahal, persaudaraan yang dibangun karena Allah dan di atas jalan-Nya akan mendatangkan banyak keutamaan. Semoga pembahasan yang singkat ini memberi petunjuk pada kaum muslimin untuk semakin mengokohkan tali persaudaraan di antara mereka. Persaudaraan, buah manis keimanan Sifat dasar yang Allah anugerahkan kepada kaum mukminin adalah saling bersaudara. Allah ta’ala berfirman, إِنَÙمَا الْمُؤْمِنُونَ إِØÙ’وَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ Ø£ÙŽØÙŽÙˆÙŽÙŠÙ’كُمْ وَاتَÙقُوا اللَÙÙ‡ÙŽ لَعَلَÙكُمْ تُرْحَمُون “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah saling bersaudara, karena itu damaikanlah dua saudaramu yang tengah bertikai dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian diberi rahmat”. QS. Al Hujurat 10 Asy Syaikh As Sa’di berkata menafsirkan ayat di atas, هذا عقد، عقده الله بين المؤمنين، أنه إذا وجد من أي Ø´ØØµ كان، في مشرق الأرض ومغربها، الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم Ø§Ù„Ø¢ØØ±ØŒ فإنه Ø£Ø Ù„Ù„Ù…Ø¤Ù…Ù†ÙŠÙ†ØŒ Ø£ØÙˆØ© توجب أن يحب له المؤمنون، ما يحبون لأنفسهم، ويكرهون له، ما يكرهون لأنفسهم “Ayat ini merupakan ayat yang Allah ta’ala turunkan untuk mengikat persaudaraan di antara kaum mukminin. Sesungguhnya apabila seorang mukmin mendapati orang lain di manapun dia berada, meskipun di ujung timur ataupun di ujung barat, selama dia beriman kepada Allah, para malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari akhir, maka dia adalah saudara bagi kaum mukminin yang lain. Mereka wajib mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana yang mereka cintai untuk diri mereka sendiri dan membenci keburukan untuk saudaranya sebagaimana yang mereka benci untuk diri mereka sendiri…” Taisirul Karimir Rahman. Persaudaraan di antara kaum muslimin akan tumbuh seiring tumbuhnya keimanan yang benar di dalam dada Persaudaraan tersebut nantinya akan melahirkan rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah mereka sehingga kaum muslimin seolah-olah berada dalam satu tubuh yang apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya akan merasakan sakit pula. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ù…ÙŽØÙŽÙ„ُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِÙهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاØÙÙÙÙ‡ÙÙ…Ù’ Ù…ÙŽØÙŽÙ„ُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَÙهَرِ وَالْحُمَÙÙ‰ “Perumpamaan orang yang beriman dalam cinta dan kasih sayang sesama mereka adalah bagaikan satu tubuh yang bila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain tidak dapat tidur dan selalu merasa panas”. HR. Muslim Contoh terbaik tentang persaudaraan dapat kita jumpai pada zaman Nabi dan para shahabat. Salah satunya adalah riwayat dalam shahih Bukhari dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu tatkala Nabi shallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum Anshar setelah peristiwa hijrah ke Madinah. Salah satu yang beliau persaudarakan adalah Abdurrahman bin Auf muhajirin dan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Anshar. Sa’ad bin Ar-Rabi’ kemudian menawarkan hartanya untuk dibagi dua kepada Abdurrahman bin Auf sebagai saudaranya. Tak hanya itu, beliau yang memiliki dua istri juga menawarkan salah satu istrinya untuk dicerai kemudian dinikahkan kepada Abdurrahman bin Auf setelah masa iddah selesai. Akan tetapi, Abdurrahman bin Auf menolaknya dengan halus dan lebih memilih untuk ditunjukkan letak pasar supaya beliau dapat berdagang di sana dan akhirnya beliau memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Lihatlah, bagaimana buah jalinan persaudaraan yang erat antar kedua sahabat Nabi tersebut sampai-sampai Sa’ad bin ar Rabi’ tidak merasa berat sedikitpun untuk membagi dua hartanya dan menceraikan salah satu istrinya untuk diberikan pada saudaranya, Abdurrahman bin Auf. Para pembaca rahimakumullah, persaudaraan diibaratkan sebuah bangunan yang akan semakin kokoh jika kita senantiasa menjaga dan merawatnya dan akan semakin retak jika kita tidak mampu merawatnya. Berikut ini akan kami paparkan secara ringkas. Sebab-sebab kokohnya persaudaraan 1. Saling menebarkan salam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda لاَ تَدْØÙÙ„ُونَ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽÙ†ÙŽÙØ©ÙŽ Ø­ÙŽØªÙŽÙÙ‰ تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَÙÙ‰ تَحَابُÙوا أَوَلاَ أَدُلُÙكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَÙلاَمَ بَيْنَكُم “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidaklah sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku beritahukan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” HR. Muslim. والسلام أول أسباب التألف ومفتاح استجلاب المودة وفى افشائه تمكن ألفة المسلمين بعضهم لبعض Ucapan salam adalah awal bersatunya hati, dan pintu utama rasa kasih sayang. Dan pula, dengan tersebarnya salam maka akan terwujud kesatuan hati antara kaum muslimin. Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi 2. Saling berkunjung Saling berkunjung merupakan amalan yang utama karena dapat menumbuhkan benih-benih cinta di antara kaum muslimin. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, من عاد مريضا أو زار Ø£ØØ§ في الله ناداه مناد أن ØÙ„بت ÙˆØØ§Ø¨ ممشاك وتبوأت من الجنة منزلا “Barangsiapa yang menjenguk orang sakit dan mengunjungi saudaranya karena Allah, dia akan diseru dari atas Engkau telah berbuat baik dan telah baik pula perjalananmu. Engkau telah menyiapkan tempatmu di surga’” HR Tirmidzi, hasan. 3. Saling memberi hadiah Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai” HR Bukhari dalam Al Adabul Mufrod, hasan. Dengan saling memberi hadiah, akan terjalin kedekatan hati sehingga tumbuhlah rasa saling mencintai di dalam sanubari. Namun, seseorang yang memberi hadiah terkadang bisa menyakiti hati orang yang diberi hadiah dengan dia selalu mengungkit-ungkit pemberiannya. Hal ini justru dapat merusak persaudaraan. Allah ta’ala berfirman, يَا أَيُÙهَا Ø§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠÙ†ÙŽ Ø¢Ù…ÙŽÙ†ÙÙˆØ§ لا تُبْØÙÙ„ُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِ٠وَالأَذَى ÙƒÙŽØ§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ ÙŠÙÙ†Ù’ÙÙÙ‚Ù مَالَهُ رِئَاءَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù وَلا يُؤْمِنُ بِاللَÙهِ وَالْيَوْمِ الآØÙØ±Ù “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan mengungkit-ungkitnya dan menyakiti perasaan yang menerima seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir……” QS Al-Baqarah 264. 4. Menjenguk orang sakit dan mengiringi jenazah orang yang meninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ØÙŽÙ…ْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى Ø£ÙŽØÙÙŠÙ‡Ù رَدُ٠السَÙلاَمِ وَتَشْمِيتُ الْعَاØÙØ³Ù وَإِجَابَةُ Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙØ¹Ù’وَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ ÙˆÙŽØ§ØªÙÙØ¨ÙŽØ§Ø¹Ù الْجَنَائِزِ “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam –Rasulullah menyebutkan di antaranya- jika ia sakit, engkau menjenguknya dan jika ia meninggal dunia, engkau iringi jenazahnya.” HR Muslim Menjenguk saudara kita yang sakit dan mengiringi jenazah orang yang meninggal akan membuat dirinya atau keluarganya merasa tenang dan terhibur atas musibah yang tengah di alaminya. 5. Saling mendoakan kebaikan Mendoakan saudara kita banyak keutamaannya. Selain mempererat persaudaraan, malaikat juga akan mendoakan hal yang sama untuk kita. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَØÙÙŠÙ‡Ù بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَ٠قَالَ الْمَلَكُ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙŽ بِمِØÙ’لٍ “Tidaklah seorang hamba muslim yang mendoakan kebaikan untuk saudaranya yang tidak sedang bersamanya kecuali malaikat berkata Semoga engkau mendapat yang semisalnya’” HR Muslim. 6. Saling menasehati Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat”. HR Muslim Nasehat merupakan salah satu cerminan persaudaraan di antara kaum muslimin karena tujuannya adalah menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasehati bisa dibaca kembali buletin edisi pekan lalu. Jika kaum muslimin saling menasehati dengan baik, niscaya keberkahan akan turun di tengah-tengah mereka. Umar ibnul Khattab radhiyallahu anhu berkata, لا ØÙŠØ± في قوم ليسوا بناصحين ولا ØÙŠØ± في قوم لا يحبون الناصحين “Tidak ada kebaikan pada suatu kaum yang tidak menegakkan nasehat dan tidak mencintai orang-orang yang memberikan nasehat”. Mawa’izhus Shahabah karya Shalih Ahmad Asy-Syami Masih banyak sebab-sebab kokohnya persaudaraan yang saling memberi maaf, saling tawadhu, baik sangka husnuzhan,  dan lain-lain. Sebab-sebab retaknya persaudaraan Di antara penyebab retaknya persaudaraan yaitu, 1. Hasad iri Hasad adalah seseorang yang menginginkan hilangnya nikmat yang tengah dirasakan saudaranya. Mayoritas hasad timbul dalam masalah-masalah duniawi. Sangat jarang dijumpai seorang yang hasad kepada puasanya orang lain, shalat malamnya, ataupun kepada ibadah-ibadah lainnya lihat Ath Thibbur Ruhani karya Ibnul Jauzi. Oleh karena itu, seseorang yang sedang hasad kepada saudaranya akan berusaha keras agar nikmat tersebut hilang dari saudaranya. 2. Marah Jika pangkal dari tumbuhnya persaudaraan adalah rasa cinta, maka pangkal dari retaknya hubungan persaudaraan adalah amarah dan kebencian. Umumnya, sebab kemarahan adalah kesombongan karena manusia tidak akan bisa marah kepada orang yang lebih tinggi kedudukannya lihat Ath Thibbur Ruhani. Dia hanya bisa marah terhadap orang yang sederajat atau lebih rendah kedudukannya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memperingatkan dari kedua akhlak buruk ini hasad dan marah dalam sabdanya, لا تباغضوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله Ø¥ØÙˆØ§Ù†Ø§ “Janganlah saling marah, saling hasad, dan saling membelakangi! Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara….”. Muttafaqun alaih 3. Ghibah menggosip dan namimah mengadu domba Lidah manusia memang kecil, namun ternyata dapat mencerai-beraikan persaudaraan kaum muslimin. Sementara ghibah diibaratkan oleh Allah ta’ala dengan memakan bangkai saudaranya yang dighibah lihat QS Al Hujurat 12, namimah menyebabkan pelakunya mendapat adzab kubur bersama orang yang tidak menutup diri ketika buang air kecil HR Bukhari. Sungguh, betapa banyak persaudaraan yang telah terputus disebabkan lidah ini! 4. Perbuatan dosa dan maksiat Perbuatan dosa dan maskiat adalah penyakit berbahaya yang semestinya kita berlindung kepada Allah dari keduanya. Apabila salah satu dari dua orang yang bersaudara melakukan perbuatan dosa dan maksiat, salah satu akibatnya adalah persaudaraan di antara keduanya dapat merenggang baik itu dosa sesama manusia atau kepada Allah ta’ala. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ما تواد اØÙ†Ø§Ù† في الله جل وعز أو في الإسلام فيفرق بينهما أول ذنب يحدØÙ‡ أحدهما ”Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah kemudian keduanya dipisahkan dari persaudaraan melainkan karena dosa yang diperbuat oleh salah satu dari keduanya” HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Shahih Masih banyak lagi penyebab retaknya persaudaraan di tubuh kaum muslimin yang lainnya, seperti buruk sangka, mencari-cari aib, zhalim, dan lain sebagainya. Yang kami sebutkan hanya sebagian secara ringkas mengingat keterbatasan tempat. Semoga yang sedikit ini dapat memberi manfaat kepada kaum muslimin. “Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan. Dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penayntun lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hasyr 10 Wallahu a’lam bish shawab. [Arif Rohman Habib]

mengapa ucapan salam dapat mempererat persaudaraan